Luar Biasa! Jalan Sehat HSN 2019 Comal, Dipadati Ribuan Santri dan Walisantri

Hari Santi Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang

MWCNU 05 Comal Pemalang - Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Ke-4 Tahun 2019 disambut antusias oleh seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Comal. Berbeda dengan tahun sebelumnya, rangkaian acara HSN  dilakukan selama 3 hari terhitung mulai hari ini, Minggu 20 Oktober 2019. Berpusat di Taman Kota Comal (TKC), peringatan HSN 2019 akan mengusung tema kemandirian santri dengan dimeriahkan dengan jalan sehat, bazaar, pengajian, penampilan seni dan puncaknya adalah apel akbar santri se-Comal.

Minggu pagi ini (20/10), kegiatan dibuka dengan Jalan Sehat Santri yang berangkat dari TKC menuju Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bougenville dan kembali ke TKC. Terhitung ribuan santri dan walisantri datang untuk memeriahkan Jalan sehat yang berasal dari berbagai ranting, madrasah, sekolah maupun individu. Semua tumpah ruah untuk menyambut Hari Santri Nasional 2019.

Turut hadir pula, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pemalang, KH. Muchlasin. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kegiatan syiar seperti ini adalah kegiatan yang baik. Bahwa HSN dicanangkan untuk menghargai jasa para santri yang ikut berjuang untuk Indonesia. Hari ini, santri harus unggul, maka Indonesia akan makmur, tutupnya.

Hari Santi Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang

Di tempat yang sama, Kyai Kurdi, Ketua MWCNU 05 Comal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan aspirasi dari elemen-elemen MWCNU dan dari ranting. "Tahun lalu, MWCNU 05 Comal telah melaksanakan apel besar santri se-Comal, tahun ini kita tambah kegiatan untuk mengenalkan kepada masyarakat umum ini loh kualitas santri di Comal. Banggalah menjadi santri", paparnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Muspika Kecamatan Comal yang turut mendampingi saat pemberangkatan peserta Jalan Sehat.

Hari Santi Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang
Ketua Panitia berpose bersama panitia dan peserta Jalan Sehat Santri
Ditemui di sisi panggung, Ketua kegiatan Achmad Hibatullah, M.Pd. mengatakan, "Pagi ini kita buka dengan Jalan Sehat. Namun kegiatan akan terus berlangsung sampai Selasa. Silakan masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke TKC, karena kita punya banyak stand yang menawarkan banyak produk santri-santri Comal.". Ia juga berterima kasih kepada semua stakeholder yang telah membantu terlaksananya kegiatan.

Acara Jalan Sehat ini juga dimeriahkan oleh penampilan kreasi seni dari beberapa Taman Kanak-Kanak di Comal. Berbagai hadiah menarik sebagai doorprize juga dihadirkan mulai dari perabot makan, sampai lemari dan sepeda gunung. Peserta jalan sehat juga tidak kalah hebohnya saat kupon jalan sehat dibacakan. "Saya senang mengikuti kegiatan ini, meski tidak bawa hadiah. Hari Santri Nasional ya kita peringati dan yang terpenting menunjukkan menjadi santri itu ternyata hebat, dan harus bangga!", kata Kasbullah yang jauh-jauh dari Pesantren Ulujami hanya untuk memeriahkan HSN ini.

Hari Santi Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang
Ribuan santri dan walisantri padati Jalan Sehat Hari Santri Nasional Comal Pemalang 2019

Hari Santi Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang
Ribuan santri dan walisantri padati Jalan Sehat Hari Santri Nasional Comal Pemalang 2019
Sesuai rencana, 3 hari ke depan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional akan dimeriahkan berbagai stand produk santri, berupa bahan makanan pokok, kaos, baju muslim, sarung, kuliner, bahkan servis murah sepeda motor. Pastikan datang ke Taman Kota Comal jam 08.00 sampai 22.00 WIB. Jangan kuatir, GRATIS tiket masuk.

Peringatan Hari Santri Nasional 2019 Kecamatan Comal Pemalang

Hari Santri Nasional 2019 Kecamatan Comal Pemalang

Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada pasukan Belanda yang ikut membonceng.

Aspek lain yang melatarbelakangi penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional, terutama yang ditulis pada masa Orde Baru, yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri.

Menyikapi hal ini, pada peringatan HSN Ke-4 Tahun 2019 ini, MWCNU Comal akan mengadakan kegiatan peringatan yang direncanakan akan dilakukan dalam 3 hari. Rangkaian kegiatan peringatan HSN 2019 ini Akan dilakukan pada tanggal 20 Oktober sampai dengan 22 Oktober 2019 terpusat di Taman Kota Comal.

RANGKAIAN KEGIATAN
Kurdi DW, S.Pd., Ketua MWCNU 05 Comal mengatakan bahwa peringatan HSN 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya. Beliau mengatakan bahwa tahun ini memang ditargetkan untuk menunjukkan keunggulan santri. Ada beberapa kegiatan yang akan dipersiapkan mulai bazzar hingga pertunjukan seni. "Santri tidak melulu soal agama. Santri ini bisa berkarya apa saja dan di mana saja. Santri unggul maka Indonesia makmur." paparnya.

Rapat persiapan peringatan HSN 2019 dilakukan pada Selasa, 24 September 2019 di Gedung MWCNU 05 Comal. Rapat ini dihadiri undangan dari berbagai kalangan. Ketua panitia, Ahmad Hibatullah menegaskan bahwa kegiatan HSN 2019 ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa kaum sarungan ini memiliki daya saing, bahkan di era gadget ini. "Tentu, santri millenial itu bukan seperti dulu lagi. Sekarang santri sudah pintar IT, berwirausaha, bahkan menampilkan seni. Kita buka ruang untuk menunjukkannya kepada publik." jelasnya.

Adapun rangkaian kegiatan HSN 2019 Kecamatan Comal adalah sebagai berikut:

Ahad, 20 Oktober 2019
1. Jalan Sehat Santri (Mulai 06.30 WIB start dari Taman Kota Comal/TKC)
2. Bazaar Produk Santri (Pembukaan mulai 06.30 WIB di TKC)
3. Pengajian Akbar (Ba'da Isya)

Senin, 21 Oktober 2019
1. Bazaar Produk Santri (08.00 sd 22.00 WIB)
2. Malam Kreasi dan Apresiasi Seni Santri (Ba'da Isya)

Selasa, 22 Oktober 2019
1. Bazaar Produk Santri (08.00 sd 12.00 WIB)
2. Apel Akbar Santri Se-Comal (06.30 WIB)

Demikian rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional Ke-4 Tahun 2019 MWCNU 05 Comal Pemalang. Semoga kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat kepada semuanya. Amien..

Yuk, Cermati Formasi Upacara Hari Santri Nasional di Comal Pemalang Hari Ini

Comal, Pemalang - Menyambut Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober 2018 ini, MWC NU 05 Comal Pemalang bekerjasama dengan berbagai pihak mengadakan serangkaian kegiatan peringatan. Salah satunya adalah Upacara Hari Santri Nasional III yang diadakan di Stadion Jatidiri, Comal, Pemalang.

Berikut ini adalah formasi barisan upacara, silakan tempatkan diri sesuai dengan ketentuan agar memudahkan pengaturan dan demi kelancaran kegiatan.
Formasi Barisan Upacara Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

Pastikan juga anda mengetahui rekayasa lalu lintas dan parkir kendaraan untuk Pawai Ta'aruf seperti dalam postingan berikut ini ya.
Semoga pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional berjalan dengan lancar dan tertib. Insya Allah.

Ini Dia, Rekayasa Lalu-Lintas dan Parkir Kendaraan Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

HSN 2018


Ini dia, rekayasa lalu-lintas dan pengaturan parkir kendaraan dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 22/10/2018 di Lapangan Jatidiri Comal Pemalang.

Pukul 07.00 kendaraan dari arah utara lapangan Jatidiri dialihkan lewat belakang lapangan Jatidiri, kecuali peserta upacara.

Motor dan Mobil dilarang parkir dipinggir jalan, kecuali kereta mini. Posisi kereta mini menghadap ke utara.

Bagi kereta mini yg arahnya dari ranting utara pantura agar berangkat lewat Desa Kauman, nanti masuk lewat selatan lap Jatidiri,langsung menghadap ke utara

Parkir motor didahulukan ditanah kosong sebelah selatan lap Jatidiri, setelah penuh baru nanti mengular kesebelah  timur lap jatidiri sampai belakang pos polisi

Pada saat upacara berlangsung kami akan mengatur posisi mobil utk start kirab.

Urutan2 kirab .paling depan mobil polisi-mobil kotak Koin NU-mobil pembawa bendera-mobil bawa drumband-mobil banom2 NU (disela2nya nanti diselingi mobil rebana)-sepeda motor-kereta mini-ambulance.
Rekayasa Lalin Parkir Hari Santri 2018 Comal Pemalang

All Out, Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2018 MWCNU 05 Comal

Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

MWCNU 05 Comal Pemalang - Hari Santri Nasional (HSN) sebentar lagi, persiapan peringatan HSN 2018 gencar dilakukan oleh segenap kader NU di Comal Pemalang. Terlihat pemasangan Bendera Merah Putih dan panji-panji NU di sepanjang Jalan A. Yani Comal pada Sabtu malam (20/10).

"Kita All Out melakukan persiapan, kita buat agar Peringatan Hari Santri Nasional di Comal Pemalang ini meriah." tandas Achmad Hibatullah, M.Pd. ketua panitia. "Memang peringatan HSN menjadi agenda tahunan, namun tahun ini berbeda karena melibatkan ribuan santri di Comal. Meskipun belum kekuatan penuh, tetapi antusias santri sangat luar biasa. Bahkan ada sekolah yang menerjunkan 1000 lebih santrinya untuk ikut kegiatan kita." tambah Kurdi DW, S.Pd. ketua MWCNU 05 Comal.
Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

Hari Santri Nasional 2018 di Comal Pemalang

Terlihat persiapan dilakukan dengan meriah melibatkan berbagai unsur dari NU. Hingga sabtu malam, pemasangan bendera masih dilakukan. Diharapkan Senin (22/10) kegiatan akan meriah dan berlangsung dengan lancar.

MWCNU 05 Comal Serius Persiapkan Peringatan Hari Santri Nasional 2018

Hari Santri Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang

Comal, Pemalang - Menyambut peringatan Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober 2018 nanti, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) 05 Comal Pemalang melakukan rapat akhir persiapan kegiatan pada Kamis (18/10) kemarin. Hadir dalam rapat ini adalah pengurus MWCNU 05 Comal, Kader NU Ranting, Lembaga dan Banom NU serta undangan dari Madrasah Diniyyah, MTs, MA, SMK serta undangan lain yang berafiliasi dengan NU. Rapat ini dilakukan untuk menyiapkan Upacara Peringatan HSN 2018 di Stadion Jatidiri serta Pawai Ta'aruf keliling kecamatan Comal Pemalang.
Hari Santri Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang

"Kita persiapkan dengan matang agar peringatan ini menjadi syiar, bahwa santri bisa menyatukan negeri. Itulah kenapa kita lakukan upacara dan pawai ta'aruf", ujar Kurdi DW, S.Pd. ketua MWCNU 05 Comal. Lebih jauh, ketua kegiatan Achmad Hibatullah, M.Pd. menyatakan bahwa upacara ini juga melibatkan berbagai pihak termasuk Camat Comal yang akan menjadi pembina upacara. "Memang kita berniat merangkul semua pihak, sesuai dengan slogan Santri Satukan Negeri" imbuhnya.
Hari Santri Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang

Dalam kesempatan yang sama, Lutfi Kamal, M.Pd.I wakil ketua panitia yang juga perwakilan dari SMK Nusantara 1 Comal Pemalang mengatakan bahwa seluruh siswa dan guru dari SMK Nusantara 1 Comal akan diterjunkan semua. "Kurang lebih ada 1.500 siswa dan 120 guru akan kita terjunkan. SMK Nusantara 1 Comal siap memeriahkan Hari Santri Nasional 2018 di Kecamatan Comal ini."
Hari Santri Nasional MWCNU 05 Comal Pemalang

Dijadwalkan, Senin 22 Oktober 2018 akan digelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional se-Kecamatan Comal Pemalang yang akan dilaksanakan di Stadion Jatidiri. Dilanjutkan Pawai Ta'aruf Santri keliling Kecamatan Comal dan berakhir di Taman Kota Comal. Mari kita sambut Hari Santri Nasional dengan semangat persatuan dan kesatuan! Santri Satukan Negeri!

Halal Bihalal Tinjauan Hukum, Bahasa, dan Qur'ani

Para pakar selama ini tidak menemukan dalam Al-Qur’an atau Hadits sebuah penjelasan tentang halal bihalal. Istilah itu memang khas Indonesia. Bahkan boleh jadi pengertiannya akan kabur di kalangan bukan bangsa Indonesia, walaupun mungkin yang bersangkutan paham ajaran agama dan bahasa Arab.

Mengapa? Karena istilah tersebut juga muncul secara historis dan filosofis oleh salah seorang Pendiri NU Kiai Wahab Chasbullah untuk menyatukan bangsa Indonesia yang sedang dilanda konflik saudara sehingga harus menyajikan bungkus baru yang menarik agar mereka mau berkumpul dan menyatu saling maaf-memaafkan.

Terkait dengan makna yang terkandung dalam istilah halal bihalal, Pakar Tafsir Al-Qur’an Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam karyanya Membumikan Al-Qur’an (1999) menjelaskan sejumlah aspek untuk memahami istilah yang digagas Kiai Wahab Chasbullah tersebut.

Pertama, dari segi hukum fiqih. Halal yang oleh para ulama dipertentangkan dengan kata haram, apabila diucapkan dalam konteks halal bihalal akan memberikan kesan bahwa mereka yang melakukannya akan terbebas dari dosa.

Dengan demikian, halal bihalal menurut tinjauan hukum fiqih menjadikan sikap kita yang tadinya haram atau yang tadinya berdosa menjadi halal atau tidak berdosa lagi. Ini tentu baru tercapai apabila persyaratan lain yang ditetapkan oleh hukum terpenuhi oleh pelaku halal bihalal, seperti secara lapang dada saling maaf-memaafkan. 

Masih dalam tinjauan hukum fiqih. Menurut para fuqaha, istilah halal mencakup pula apa yang dinamakan makruh. Di sini timbul pertanyaan, “Apakah yang dimaksud dengan istilah halal bihalal menurut tinjauan hukum itu adalah adanya hubungan yang halal, walaupun di dalamnya terdapat sesuatu yang makruh?

Secara terminologis, kata makruh berarti sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam bahasa hukum, makruh adalah suatu perbuatan yang tidak dianjurkan oleh agama, walaupun jika dilakukan tidak mengakibatkan dosa, dan dengan meninggalkan perbuatan itu, pelaku akan mendapatkan ganjaran atau pahala.

Atas dasar pertimbangan terakhir ini, Quraish Shihab tidak memahami kata halal dalam istilah khas Indonesia itu (halal bihalal), dengan pengertian atau tinjauan hukum. Sebab, pengertian hukum tidak mendukung terciptanya hubungan harmonis antar-sesama.

Kedua, tinjauan bahasa atau linguistik. Kata halal dari segi bahasa terambil dari kata halla atau halala yang mempunyai berbagai bentuk dan makna sesuai rangkaian kalimatnya. Makna-makna tersebut antara lain, menyelesaikan problem atau kesulitan atau meluruskan benang kusut atau mencairkan yang membeku atau melepaskan ikatan yang membelenggu

Dengan demikian, jika kita memahami kata halal bihalal dari tinjauan kebahasaan ini, seorang akan memahami tujuan menyambung apa-apa yang tadinya putus menjadi tersambung kembali. Hal ini dimungkinkan jika para pelaku menginginkan halal bihalal sebagai instrumen silaturahim untuk saling maaf-memaafkan sehingga seseorang menemukan hakikat Idul Fitri.

Ketiga, tinjauan Qur’ani. Halal yang dituntut adalah halal yang thayyib, yang baik lagi menyenangkan. Dengan kata lain, Al-Qur’an menuntut agar setiap aktivitas yang dilakukan oleh setiap Muslim merupakan sesuatu yang baik dan menyenangkan bagi semua pihak.

Inilah yang menjadi sebab mengapa Al-Qur’an tidak hanya menuntut seseorang untuk memaafkan orang lain, tetapi juga lebih dari itu yakni berbuat baik terhadap orang yang pernah melakukan kesalahan kepadanya.

Dari semua penjelasan di atas dapat ditarik pesan bahwa halal bihalal menuntut pelaku yang terlibat di dalamnya agar menyambung hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, serta berbuat baik secara berkelanjutan.

Kesan yang berupaya diejawantahkan Kiai Wahab Chasbullah dalam mencetuskan istilah halal bihalal lebih dari sekadar untuk saling memaafkan, tetapi mampu mencipatakan kondisi di mana persatuan di antar-anak bangsa tercipta untuk peneguhan negara.

Sebab itu, halal bihalal lebih dari sekadar ritus keagamaan, tetapi juga kemanusiaan, kebangsaan, dan tradisi yang positif karena mewujudkan kemaslahatan bersama. (Fathoni)
Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/92012/halal-bihalal-tinjauan-hukum-bahasa-dan-qurani